CARA MENJAGA KESEHATAN IBU HAMIL DAN JANIN

Kesehatan ibu hamil berpengaruh pada kesehatannya janinnya. Ketika kesehatan ibu memburuk, kondisi janin juga dapat mengalami hal yang sama. Berikut cara menjaga kesehatan ibu hamil dan janin:

1. Mengonsumsi makanan bergizi

Mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan mampu mendorong perkembangan otak janin, berat lahir yang sehat, dan mengurangi risiko berbagai cacat lahir. Selain itu, dalam aspek kesehatan ibu hamil, makanan bergizi dapat mengurangi risiko anemia dan berbagai gejala kehamilan yang tidak menyenangkan, seperti morning sickness dan kelelahan. Mengonsumsi makanan bergizi juga membantu menyeimbangkan perubahan suasana hati yang terjadi selama kehamilan, hingga bisa memperlancar proses persalinan.

Contoh makanan bergizi yang baik dikonsumsi selama kehamilan, di antaranya:

Protein, seperti daging tanpa lemak, ayam, telur matang, tahu, produk kedelai, dan kacang-kacangan.
Vitamin C, seperti jeruk, tomat, dan stroberi.
Kalsium, seperti susu yang telah dipasteurisasi, susu kedelai, sawi, dan kangkung.
Zat besi, seperti ikan salmon, kacang merah, kale, dan brokoli.
Lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, dan biji-bijian.
Asam folat, seperti kacang polong, bayam, pepaya, dan pisang.
Zinc, seperti udang, kepiting, tiram, dan jahe.
Selain itu, ada pula makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, yaitu ikan tinggi merkuri, seperti makarel dan tuna, serta makanan mentah, seperti daging atau telur mentah, jeroan, kafein, susu yang tidak dipasteurisasi, alkohol, dan junk food. Mengonsumsi makanan ini dikhawatirkan dapat memicu komplikasi kehamilan dan membahayakan janin.

2. Minum vitamin prenatal

Vitamin prenatal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu hamil. Meski asupan nutrisi ibu hamil banyak terpenuhi oleh makanan, namun vitamin dapat memberi nutrisi tambahan bagi ibu dan janin yang sedang berkembang. Sebagian besar vitamin prenatal mengandung asam folat. Suplemen asam folat yang diminum beberapa minggu sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan, terbukti dapat menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin. Selain itu, ibu juga akan terhindar dari anemia defisiensi vitamin B12 atau folat. Sebelum mulai mengonsumsi vitamin prenatal, konsultasikan pada dokter untuk menentukan jenis vitamin yang terbaik untuk Anda.

3. Olahraga ringan

Olahraga ringan tak hanya aman, namun juga sehat untuk ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Berolahraga selama 30 menit dalam sehari dapat memberi manfaat pada ibu hamil, seperti:

Meningkatkan sirkulasi dan pernapasan
Memperkuat otot dan daya tahan
Mengurangi stres
Meningkatkan energi
Memperbaiki kualitas tidur
Mengurangi sakit punggung
Meringankan sembelit.
Jenis olahraga ringan yang direkomendasikan adalah berjalan, jogging, berenang, yoga, dan senam. Namun, sebelum memutuskan berolahraga, ada baiknya untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu, terutama jika kehamilan Anda berisiko tinggi.

4. Melakukan gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat akan berpengaruh langsung pada kesehatan ibu hamil dan janinnya yang sedang tumbuh. Oleh sebab itu, penting untuk berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius dan risiko, baik bagi ibu maupun janin, seperti keguguran, persalinan prematur, kecacatan, hingga lahir mati.

5. Melakukan pemeriksaan prenatal

Salah satu cara menjaga kesehatan ibu hamil dan janin, yaitu dengan melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin. Dengan melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin, dokter dapat memantau kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Jika ternyata ada masalah, dokter pun bisa segera menentukan penanganan yang tepat. Selain itu, pemeriksaan prenatal juga dapat membantu ibu hamil membicarakan segala kekhawatirkan yang dirasakannya selama kehamilan pada dokter.

6. Mendapat cukup cairan

Ketika hamil, penting untuk mengonsumsi banyak cairan, terutama air putih. Selama kehamilan volume darah wanita dapat meningkat secara drastis, namun asupan cairan yang cukup dapat membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh ibu. Selain itu, minum cukup air setiap hari juga dapat membantu mencegah dehidrasi, kelelahan, infeksi saluran kencing, maupun sembelit yang banyak terjadi pada masa kehamilan. Usahakan minum air putih sebanyak 8 gelas sehari. Namun, Anda juga dapat membuat infused water untuk menambah kesegaran.

7. Tidur yang cukup

Ketika hamil, Anda harus mendapat waktu tidur yang cukup karena Anda akan merasa lebih lelah dari biasanya. Berbaring miring dengan menekuk lutut merupakan posisi tidur yang paling nyaman selama kehamilan. Posisi ini dapat membuat jantung bekerja lebih mudah, serta membantu mencegah atau mengurangi varises, wasir, dan pembengkakan di kaki. Sebagian dokter merekomendasikan ibu hamil untuk tidur di sisi kiri karena dapat membantu memperlancar aliran darah ke plasenta. Agar tidur lebih nyaman, maka Anda dapat meletakkan bantal di antara kaki, belakang punggung, atau bawah perut.

8. Menghindari stres

Stres dapat terjadi selama kehamilan, hal ini biasanya berkaitan dengan kekhawatiran atau ketakutan ibu dalam menghadapi kehamilan maupun melahirkan. Stres dapat menyebabkan ibu hamil sakit kepala, insomnia, cemas, tidak nafsu makan, hingga napas dan denyut nadi yang cepat. Jika dibiarkan berlarut, masalah ini juga bisa memengaruhi kondisi janin sehingga menyebabkan pertumbuhannya terhambat. Dalam menghindari stres selama kehamilan, ada baiknya jika Anda menceritakan segala ketakutan atau kekhawatiran Anda pada pasangan, keluarga, atau orang terdekat Anda lainnya. Selain itu, Anda juga dapat melakukan yoga atau meditasi, dan melakukan me time dengan mendengarkan musik, menonton film favorit, atau sekedar berjalan-jalan melihat pemandangan. Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu melepaskan stres yang Anda rasakan.

9. Menjaga berat badan

Menjaga berat badan selama kehamilan juga penting untuk dilakukan. Jika berat badan Anda naik secara berlebih atau terlalu sedikit, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada Anda maupun janin. Ketika berat badan menjadi berlebih, peluang Anda untuk terkena diabetes dan darah tinggi selama kehamilan pun meningkat. Sementara, kenaikan berat badan yang terlalu sedikit dapat menandakan bahwa Anda tidak cukup mengonsumsi makanan bergizi, dan dikhawatirkan janin dalam kandungan pun akan kekurangan nutrisi. Menjaga berat badan pada kisaran normal selama kehamilan dapat menciptakan kehamilan yang sehat dan membantu persalinan menjadi lebih mudah. Jika berat badan Anda berada dalam kisaran normal sebelum hamil, maka disarankan untuk menambah berat badan sebanyak 11-15 kg.

10. Hindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol

Ketika hamil Anda disarankan mengurangi atau bahkan menghindari kebiasaan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Mungkin Anda tidak merasakan dampaknya langsung. Padahal, organ pada janin seperti liver belum kuat dalam memproses alkohol yang Anda konsumsi saat hamil. Kebanyakan dokter pasti akan turut melarang Anda untuk merokok dan minum minuman beralkohol saat hamil karena dapat membahayakan janin.

11. Dapatkan vaksin kehamilan yang dianjurkan

Ketika hamil biasanya Anda akan disarankan mendapatkan suntikan vaksin yang dapat menurunkan risiko penyakit yang berbahaya bagi ibu dan janin. Misalnya seperti vaksin berikut:

Vaksin hepatitis B
Vaksin influenza
Vaksin DDT

Periksakan kesehatan kandungan Anda hanya di RS Melania Bogor.

Informasi lebih lanjut hubungi: 0251 – 8321196

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sadsadasdasdasdasdasdasdasdasdasdadasdd